Make your own free website on Tripod.com
INFONASYEED
« November 2017 »
S M T W T F S
1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30
Entries by Topic
All topics  «
Album Nasyeed
Artis Solo Nasyeed
Berita Nasyeed
Kumpulan Nasyeed
Blog Tools
Edit your Blog
Build a Blog
RSS Feed
View Profile
Laman Informasi Nasyeed
www.Nasyeed.com
www.Nasyid.com
www.Nasyid.com.my
Nasyid-Darussalam
Nasheed 'Islamic Songs'
www.Bukhatir.org
Aa'shiq-al-Rasul

Halaman Kumpulan Nasyeed
Rabbani
Raihan
Hijjaz
FeelONE
In-Team
Devotees
Newshofwa
Suflife
Sami Yusuf
Native Deen
SHAAM

You are not logged in. Log in

Thursday, 27 July 2006

 
Selepas kemunculan album pertama, kini Far East muncul lagi dengan album nasyid progresif bagi mengubati kerinduan peminat mereka. Menampilkan 10 buah lagu antaranya ialah Cinta Pertama, Nur Syahadah dan Bebaabeka. Beberapa judul lagu yang turut dimuatkan di dalam album ini ialah, Khalifah, Gerimis, Antara Kita, Al-Hambra, Hanya Untukmu, Bingkisan Rindu, Wahyu Pertama dan termasuk lagu Nur Syahadah (versi Accapella), Bebaabeka (versi Arab) yang dimuatkan sebagai track bonus istimewa buat peminat yang telah lama menunggu kemunculan album kedua mereka ini.
Sentuhan 'live instrument' dari beberapa pemuzik dan komposer terkenal seperti Greg (Syafiq) Henderson, Mohar, Acis, Jamie Wilson, Amrain, Andy Peterson dan lain-lain telah mewujudkan keunikan dan keindahan lagu mereka. Apa yang menjadikan album ini istimewa bagi kumpulan Far East sendiri ialah mereka turut terlibat di dalam penghasilan lagu-lagu di dalam album ini serta terlibat secara tidak langsung di dalam proses merekabentuk kulit album mereka sendiri. Sesungguhnya, Far East menjanjikan yang terbaik demi memartabatkan irama nasyid ke serata dunia. Insya Allah.
sumber:http://www.fareastmusic.com/album.php

Posted by infonasyeed at 12:47 PM
Post Comment | Permalink
FAR EAST
Topic: Kumpulan Nasyeed

 

 

 

 

 

 

 


 

Far East dalam bahasa arabnya membawa maksud kejayaan, merupakan kumpulan nasyid yang dianggotai oleh empat orang anak muda lepasan Institusi Pengajian Tinggi. Bermula dengan minat yang mendalam, dalam bidang seni, khususnya seni suara, mengambil langkah untuk menceburkan diri dengan lebih bersungguh dan serius di dalam aktiviti-aktiviti yang berkaitan dengan seni suara semenjak dari peringkat sekolah sehinggalah ke institut pengajian tinggi.
  
 
Dahulunya, kumpulan yang bertapak di Universiti Teknologi Mara Arau, Perlis ini dikenali sebagai Nur Munajat. Berkat usaha gigih, mereka telah berjaya meraih kemenangan di dalam pertandingan nasyid yang dianjurkan di peringkat IPT sendiri mahupun kebangsaan. Antara kejayaan-kejayaan yang diraih adalah :
 
 
Tahun 1996: Johan Pertandingan Nasyid IPT Kebangsaan (UM)
Tahun 1997: Johan Pertandingan nasyid antara UITM
Tahun 1998: Johan pertandingan nasyid IPT Kebangsaan (UM)
Tahun 1999: Johan pertandingan nasyid antara UITM
Tahun 1999: Johan Pertandingan Nasyid IPT Kebangsaan (UM)
 
 
Hasil daripada kejayaan demi kejayaan yang dicipta, kumpulan ini telah dilamar komposer terkenal tanah air Johari Teh untuk menjadi artis rakaman. Far East secara rasminya jadi artis rakaman Aria Artistes milik composer tersebut.

 

sumber:http://www.fareastmusic.com/profil.php


Posted by infonasyeed at 12:44 PM
Updated: Thursday, 27 July 2006 12:48 PM
Post Comment | Permalink
Wednesday, 19 July 2006

Topic: Berita Nasyeed

Hukum Lagu dan Nyanyian Menjadi Perbedaan Pendapat Para Ulama
Sebagian dari ulama secara frontal mengharamkan lagu dan nyanyian, termasuk yang tidak pakai musik sekalipun. Bagi mereka, Islam tidak mengenal istilah nasyid Islami. Semua lagu dan nyanyian bagi mereka termasuk hal yang telah diharamkan secara total.

Dan seiring dengan pendapat itu, kalau kita merujuk ke kitab-kitab fiqih yang utama, akan kita dapati bahwa kecenderungan para fuqoha mazhab pun tidak jauh berbeda, meski dengan sedikit perbedaan.

Misalnya kalangan Al-Malikiyah, Asy-Syafi?iyah dan sebagian Al-Hanabilah berpendapat bahwa mendengar nyanyian adalah makruh. Jika mendengarnya dari wanita asing maka semakin makruh. Menurut Al-Malikiyah bahwa mendengar nyanyian merusak muru?ah (kehormatan / harga diri).

Adapun menurut Asy-Syafi?iyah, hal itu karena lagu dan nyanyian mengandung lahwu (hal yang melalaikan).

Dan Imam Ahmad mengomentari tentang lagu dan nyanyian dengan ungkapannya:? Saya tidak menyukai nyanyian karena melahirkan kemunafikan dalam hati?.

Namun ada juga dari mereka yang tidak mengharamkan secara total. Misalnya, jenis nasyid yang tidak pakai musik dan liriknya masih dalam ruang lingkup yang positif semacam nasyid, cenderung mereka bolehkan. Umumnya mereka berdalil bahwa tidak ada larangan yang bersifat sharih dari Rasulullah SAW yang mengharamkannya. Dalil-dalil yang digunakan oleh pendapat pertama di atas bagi mereka kurang tegas dalam mengharamkannya.

Bahkan sebaliknya, mereka berdalil bahwa sebagian shahabat malah menghalalkan lagu dan nyanyian. Misalnya Abdullah bin Ja?far, Abdullah bin Zubair, Al-Mughirah bin Syu?bah, Usamah bin Zaid, Umran bin Hushain, Muawiyah bin Abi Sufyan. Dan sebagian dari ulama salaf pun menghalalkannya seperti Atha bin Abi Ribah, Abu Bakar Al-Khallal, Abu Bakar Abdul Aziz, Al-Gazali dll.

Bahkan ada juga diantara para ulama yang tetap membolehkan jenis musik tertentu dengan beberapa dalil dari apa yang dilakukan para shahabat di masa Rasulullah SAW.

Imam Asy-Syaukani dalam kitabnya, Nailul Authar menyebutkan bahwa ulama Madinah dan lainnya, seperti ulama Dzahiri dan jama?ah ahlu Sufi memberikan kemudahan pada nyanyian walaupun dengan gitar dan biola?.

Juga diriwayatkan oleh Abu Manshur Al-Bagdadi As-Syafi?i dalam kitabnya bahwa Abdullah bin Ja?far menganggap bahwa nyanyi tidak apa-apa, bahkan membolehkan budak-budak wanita untuk menyanyi dan beliau sendiri mendengarkan alunan suaranya. Dan hal itu terjadi di masa khilafah Amirul Mukminin Ali ra.

Begitu juga Abu Manshur meriwayatkan hal serupa pada Qodhi Syuraikh, Said bin Al Musayyab,`Atho` bin Abi Ribah, Az-Zuhri dan Asy-Sya?bi.

Imam Al-Haramain dalam kitabnya, An-Nihayah dan Ibnu Abi Ad-Dunya yang menukil dari Al-Itsbaat Al-Muarikhiin menyebutkan bahwa Abdullah bin Zubair memiliki budak-budak wanita dan gitar. Dan Ibnu Umar pernah kerumahnya ternyata disampingnya ada gitar, Ibnu Umar berkata:? Apa ini wahai sahabat Rasulullah saw. kemudian Ibnu Zubair mengambilkan untuknya, Ibnu Umar merenungi kemudian berkata:? Ini mizan Syami (alat musik) dari Syam??. Berkata Ibnu Zubair:? Dengan ini akal seseorang bisa seimbang?.

Dan diriwayatkan dari Ar-Rowayani dari Al-Qofaal bahwa madzhab Malik bin Anas membolehkan nyanyian dengan alat musik.

Demikianlah pendapat ulama tentang mendengarkan alat musik. Dan jika diteliti dengan cermat, maka ulama muta?akhirin yang mengharamkan alat musik karena mereka mengambil sikap waro?(hati-hati). Mereka melihat kerusakan yang timbul di masanya. Sedangkan ulama salaf dari kalangan sahabat dan tabi?in menghalalkan alat musik karena mereka melihat memang tidak ada dalil baik dari Al-Qur?an maupun hadits yang jelas mengharamkannya. Sehingga dikembalikan pada hukum asalnya yaitu mubah.

Konser Nasyid

Setiap masyarakat punya lapisan-lapisan. Dari yang paling awam dan berjarak sangat jauh dengan aplikasi kehidupan Islami hingga lapisan yang paling dekat dengan penerapan Islam.

Semua lapisan itu memang berbeda tingkatannya. Namun tetap harus diupayakan agar semuanya bisa semakin dekat dengan hal-hal yang lebih islami dan baik.

Dalam pendekatan dakwah kepada orang awam yang masih baru saja kenal dan mulai tertarik dengan Islam, tentu kurang bijaksana bila kita paksa mereka secara ekstrim meniggalkan hal-hal yang bagi mereka terasa berat. Misalnya, masyarakat di negeri ini memang sejak kecil tumbuh bersama nyanyian dan lagu. Ketika mereka mulai tertarik untuk mengenal Islam secara lebih jauh, dibutuhkan pendekatan yang unik.

Dan bila dibandingkan dengan lainnya itu, biar bagaimana pun nasyid tetap masih lebih kental dengan nuansa Islaminya. Paling tidak, seorang tidak akan bergoyang pinggul menari-nari ketika membawakan nasyid dan pendengarnya pun akan berubah menyesuaikan diri dengan nasyid yang sedang ditampilkan. Nah, tinggal kita akan melihatnya dari arah mana ?

Kalau dilihat dari proses lahirnya nasyid di masa awalnya, jelaslah bahwa nasyid di masa ini mengalami kemunduran nilai-nilai Islam, karena agaknya terlalu banyak ?kompromi? dengan selera pasar. Tapi tidak ada salahnya kalau kita melihat dari sudut yang lain, yaitu dari sisi dunia musik pop yang selama ini gersang dan jauh dari nilai-nilai Islam, ternyata kini sebagian pemusik pop dan penggemarnya mulai beralih kepada sesuatu yang sedikit lebih baik. Minimal dari sisi syair dan cara pembawaannya yang tetap kental nuansa Islamnya. Dan biar bagaimana pun ini adalah sebuah proses yang lumayan baik meski belum ideal.

Namun lepas dari kontroversi itu, tetap saja perlu kita memberikan peringatan dan nasehat kepada teman-teman yang lagi asyik bernasyid untuk jangan lupa dengan koridor dan batas syar`i. Agar mereka tidak lengah dan larut dengan suasana dan ephoria belaka. Mereka perlu juga menjaga aspek syariah Islamiyah. Tentu cara yang kita gunakan perlu dipilih yang simpatik, mudah, tidak membuat tersinggung dan yang penting pesan bisa tersampaikan dengan benar. Agar ketika kita memancing bisa mendapat ikannya tanpa membuat airnya menjadi keruh.

Karena sayang sekali kalau semangat yang kita punya ini tidak diimbangi dengan kemampuan pendekatan yang baik, bisa jadi airnya jadi keruh dan ikannya malah tidak dapat. Tentu kita juga yang merugi.

sumber:http://www.syariahonline.com/new_index.php/id/11/cn/10899


Posted by infonasyeed at 12:40 PM
Post Comment | Permalink
Raihan live in concert at RUSSIA

Buat pertama kalinya Raihan melebarkan sayapnya ke Russia. Persembahan yang akan diadakan secara live ini akan dihadiri oleh seluruh masyarakat muslim Russia. Kumpulan Raihan akan berangkat pada 8 September 2005 dan akan kembali ke tanah air pada 21 September 2005. Kumpulan Raihan akan mengadakan persembahan di 5 bandar sekitar Russia. Mudah-mudahan ia berjalan dengan lancar.Insya Allah.

Jadual Persembahan

10 & 11 September : Meridian Hall, Moscow
13 September : Deubent Old City, Dagestan
14 September : Dynamo stadium,Dagestan
18 September : Russia Hall, Saratov

Posted by infonasyeed at 12:29 PM
Post Comment | Permalink
Tuesday, 6 December 2005
Hip-hop spreads the Muslim word
Topic: Berita Nasyeed

Group puts Islamic message in language of American youth

? 2002 WorldNetDaily.com


A Muslim hip-hop group contends it is breaking new ground in America's black community with its clear Islamic message of straight, pious living, according to Reuters.

Like contemporary Christian music, which was birthed in the 1960s, the 2-year-old trio Native Deen is putting theology and practice into the language of youth.


"It became more apparent, for people to receive the message of Islam, it has to be in a form they can relate to," said group member Naeem Muhammad, a 27-year-old who grew up in Baltimore.

"The Koran came down in the form that people could understand," he said. "I saw that in hip-hop as well. I thought it would be an excellent way to spread the word, and it is something that I enjoy."

More than 85 percent of American converts to Islam come from African-American communities, mostly in the inner city, where many are attracted to a message of black empowerment and clean living.

Native Deen's message includes exhortations to pray five times daily, refrain from smoking and drinking and demonstrate pride in a faith many Americans find hard to understand.

Eschewing stringed and wind instruments, which are considered improper by some Muslim traditions, the group raps to a drumbeat and synthesizer:


"So always be proud, you can say it out loud
I am proud to be down with the Muslim crowd!

M-U-S-L-I-M

I'm so blessed to be with them ... ."

Being young and Muslim is the theme of another song, called "Hellfire":


"Slip to bathroom, find an empty classroom,
Don't wanna miss a prayer here at school or even at home

Man it was a struggle, trying to be a Muslim and staying out of trouble,

The stress seemed double."

Muslim references are found in the lyrics of many hip-hop artists, and "no other religion has affected hip-hop like Islam," writes Adisa Banjoko in his 2001 book, "The Light from the East: The Story of Islamic Influence in Hip Hop Culture."

"What separates our music from mainstream Muslim hip-hop is the amount – the Islamic message is more in the forefront," said Native Deen's Muhammad.

Instead of mainstream Muslim artists who add a couple of "subtle" lines here and there about their faith, Native Deen is "very public" about their beliefs, he said.

"What's becoming more and more and apparent with Native Deen is that we are, God willing, charting the course for Islamic cultural art form," Muhammad asserted.

Messengers of Allah

But many hip-hop groups have long been influenced by black Muslims, particularly the Nation of Islam, led by Louis Farrakhan, who has encouraged artists to see themselves as messengers of Allah.

The Nation of Islam's activity in the hip-hop community has included sponsoring peace summits, brokering truces between feuding factions and providing security for artists and events.

Last year, Farrakhan delivered the keynote address at the Hip Hop Summit held at the New York City Hilton on June 13. In a three-hour address, the Nation of Islam leader spoke of hip-hop's global scope and challenged the artists in attendance to recognize their position of leadership among the world's youth.

"Rap has brought the children of the world to you," he said. "What will you do with your leadership?"

Farrakhan told the artists that they were actually raising the world's children because the church, mosque and school had failed. The result, he said, is children in the street being raised by hip-hop and their peers.

Rap artists who are members or sympathizers of the Nation of Islam include MC Ren, Shorty from Da Lench Mob, K-Solo, Daddy O from Stetsasonic, Ice Cube and Jeru the Damaja, according to Hisham Aidi in his article "Hip Hop of the Gods," published by Africana.com.

Others with ties to the Nation of Islam, or splinter groups such as the Five Percent Nation, have included Public Enemy, Brand Nubian, Poor Righteous Teachers, Lakim Shabazz, Paris, KAM, Queen Latifah, Sister Souljah, Prince Akeem, KRS-One, Professor Griff, Big Daddy Kane, Mister Cee, Paris, Skinny Boys and Afrika Bambaataa, according to the research of Dr. Mattias Gardell, a theologian at the University of Uppsala in Sweden.

Aidi said Chicago rapper Common makes frequent reference to the Nation of Islam and Five Percent ideas in his rhymes. In his song "The 6th Sense," for example, he raps: "Some say I'm too deep, I'm in too deep to sleep/Through me, Muhammad will forever speak."

Rap lyrics frequently use metaphors or terms unintelligible to those unfamiliar with black Islamic beliefs, writes Gardell, such as "dead niggaz" (non-Muslim blacks), "cave bitch" (white female) or "Yacub's crew (whites). The Nation of Islam teaches that whites were created 6,000 years ago by an evil black scientist named Yacub.

Native Deen sticks to strict Muslim practices in its performances, appearing at weddings, celebrations, conferences and fund-raisers where there is no dancing or alcohol.

"Deen" is a transliteration of the Arabic word for religion.

The group will perform before an expected audience of 1,000 in New York on Dec. 7, said Reuters. They are preparing for their first five-city tour in the United Kingdom, Dec. 13-17.


sumber:http://www.worldnetdaily.com/news/article.asp?ARTICLE_ID=29795

Posted by infonasyeed at 2:59 PM
Post Comment | Permalink
Monday, 5 December 2005
My Ummah:The new album
Topic: Album Nasyeed
Islamic Art, whether in the form of calligraphy, tiles, or music is all inspired by divine love and beauty.


Music is a gift from God and is a tool which can be used but also (as it often is) misused. Indeed, nearly all Muslim countries have a rich history of Islamic spiritual music, each with its distinctive sound and flavour.


Unfortunately, due to many reasons,this heritage has long been in decline. It is my sincere wish that this humble album be one of the many artistic endeavours being undertaken to shape a new British-Muslim or Western-Muslim culture.


I also felt obliged and motivated to contribute through this album to the positive efforts already being undertaken by the Muslim community to show the real face of Islam as understood by the majority of Muslims which is one of peace and tolerance.
I hope that this album goes even a short way towards this aim, and I pray that God accepts it.

sumber:http://www.samiyusuf.com/albums/album02_myummah.htm

Posted by infonasyeed at 12:01 AM
Post Comment | Permalink
Wednesday, 5 October 2005
SHAAM
Topic: Kumpulan Nasyeed
SHAAM came together in late 1997 seeking to present and re-interpret traditional Islamic songs known as nasheeds - a genre that originates from the time of Prophet Muhammad (peace and blessings of Allah be upon him).

These spiritually uplifting songs seek to praise Allah and His final Messenger. They are distinguished by their emphasis upon vocals and percussion only, with stringed and wind instruments being shunned in deference to orthodox Islamic precepts. It is this style of song that SHAAM have mastered over the past few years.

The group, composed of Haroon Bashir, Mahmood Norris, Yasin Alam and Imran Bashir - all young men from Birmingham, England - took their name from the place that had inspired them: Syria (in Arabic, Shaam). All had at some stage or another studied and visited Damascus and there had come into contact with groups who would sing timeless nasheeds with moving lyrics, accompanied by the rousing and intricate beating of the duff, a traditional one-sided hand drum. Though having been taught this art by some of the best teachers, alongside studies in more formal Islamic subjects, the idea of forming their own group was not an obvious one. It was only the encouragement of learned people, family and friends, who, impressed at their grasp of this unique, mainly Arabic art by non-Arabs, pushed them to sing live. So what started out as a tentative foursome gradually evolved into a confident, polished quartet. It was therefore no surprise to see, in a short period of time, how popular SHAAM became as a live act touring around the British Isles performing at weddings, celebrations and events.

Presenting themselves as heirs of this unique, ancient Islamic art, SHAAM have sought to make nasheeds accessible to young and old, and, mindful of the fact that the majority of their audiences do not understand Arabic, have added Urdu and English nasheeds to their large repertoire of songs. Their stirring renditions, coupled with exquisite drumming, have led to invitations to perform in countries as far afield as the USA, Syria and Pakistan. It is no exaggeration to say hundreds of thousands have witnessed the mastery of SHAAM live and the group considers itself fortunate to count the likes of Prince Charles amongst its many admirers.

Despite hundreds of performances and many albums, SHAAM's passion for their art remains as strong as ever as they strive to make Islamic devotional songs widely accessible in a variety of languages and styles, some old and some new. Yet all the while they are aware that they are carriers of weighty words with yet weightier meaning.


sumber:
http://www.shaamgroup.com/12720.html

Posted by infonasyeed at 7:42 PM
Post Comment | Permalink
Imad Rami
Topic: Artis Solo Nasyeed
Famous ex-Arabic pop singer, Imad Rami has now devoted his talents to performing heart rendering Islamic nasheeds. Hailing from Syria, Imad Rami and his group are the world’s number one Arabic nasheed group with a following all over the world.

Posted by infonasyeed at 7:04 PM
Post Comment | Permalink
Tuesday, 4 October 2005
New Shofwa
Topic: Kumpulan Nasyeed














LATAR BELAKANG
Nasyid adalah sebuah bentuk hiburan yang bernuansakan religi Islam. Belakangan Nasyid mulai populer dikalangan masyarakat luas, karena bisa menjadi salah satu alternatif hiburan yang positif.
Berangkat dari hal tersebut beberapa orang siswa yang bersekolah di Madrasah Aliyah Asy-Syarifiyyah Bandung bertekad untuk membentuk sebuah tim nasyid, dengan harapan bisa menjadi media da'wah untuk masyarakat. Dan dengan dukungan penuh dari pihak sekolah, maka pada tanggal 20 November 2001, kelompok nasyid ini memulai kiprahnya dengan nama Shofwa. Nama Shofwa diambil dari bahasa Arab yang artinya bening.

Dengan berkekuatan 12 orang personil yang terdiri dari 5 orang vocalis dan 7 orang percusion, kelompok ini berhasil mengharumkan nama sekolah mereka dengan menjuarai beberapa festival dan turut memeriahkan acara - acara penting pada saat itu.

Belakangan, melalui seleksi alam grup ini bertahan meski tinggal menyisakan 4 orang personil yang masih tetap istiqomah untuk menyiarkan Islam melalui seni Nasyid ini. Dan pada April 2004 nama tim diganti menjadi "new shofwa" (kebeningan baru), dengan harapan bisa menambah kepercayaan diri. Perjuangan New Shofwa akhirnya membuahkan prestasi dengan berhasil dijuarainya Festival berskala nasional yang diselenggarakan oleh salah satu stasiun TV swasta pada bulan Ramadhan 1425 H.

VISI
"Terwujudnya Hiburan Islami Yang dapat Menyejukan Hati"

MISI
"Menjalin Silaturahim, Meningkatkan Manfaat Untuk Semua,
Terwujudnya budaya seni yang sesuai Syari'ah"

MOTTO
"Hiburan Islami Penyejuk Hati"

TUJUAN

- Memfasilitasi umat dalam mencari hiburan alternative yang tidak hanya menghibur tetapi juga mendidik dan menyejukan hati
- Memperluas jaringan da'wah Islam

Posted by infonasyeed at 4:04 PM
Updated: Wednesday, 5 October 2005 1:44 PM
Post Comment | View Comments (1) | Permalink
Monday, 3 October 2005
4 in 1, Pertandingan Nasyid Polis & DBKL, Majlis Kesyukuran,Tilawah.
Topic: Berita Nasyeed

























Tarikh: 25-10-02
Tempat: Kolej IPTL. Shah Alam
Jam: 5.00 pm.
Hijjaz diundang memeriahkan pertandingan nasyid peringkat polis selangor.

Tarikh: 25-10-02
Tempat: Rumah Din Utusan Malaysia
Jam: 9.00 pm.
Hijjaz,In-Team & UNIC diundang mengadakan tahlil kesyukuran dirumah din Utusan.

Tarikh: 25-10-02
Tempat: NSTP
Jam: 10.00 pm.
Hijjaz & UNIC diundan menjayakan Tilawah peringkat harian metro.

Tarikh: 26-10-02
Tempat: DBKL
Jam: 9.00 pm.
UNIC memeriahkan pertandingan nasyid peringkat perumahan DBKL.

sumber:
http://public.fotki.com/Hijjaz/persembahan/4_in_1_pertandingan/dbkl01.html

Posted by infonasyeed at 8:16 PM
Updated: Wednesday, 5 October 2005 7:19 PM
Post Comment | Permalink

Newer | Latest | Older